Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Masih Pagi? Tidur Lagi Sajalah!

Banyak sekali manusia jaman sekarang, utamanya generasi penerus bangsa millenial yang masih meremehkan bangun pagi. Padahal, bangun pagi sangat bermanfaat bagi kesehatan otak juga kesehatan fisik. Hal ini dipicu karena sifat ‘malas’ yang masih merajalela dalam diri. Seharusnya sifat ini sudah harus mulai dihilangkan sejak dini. Bayangkan saja bila seorang mahasiswa karena tidak ada budaya bangun pagi dalam rumah, maka tugas akan keteteran atau tidak selesai. Dikarenakan kurangnya bisa memanajemen waktu untuk tidur malam maupun tidur pagi. Sehingga tidak dapat pula membagi waktu kapan untuk mengerjakan tugas dan kapan untuk istirahat. Sebenarnya, tidur pada pagi hari pun tidak dianjurkan. Hal ini menyebabkan dampak yang signifikan dibandingkan dengan orang yang senantiasa bangun lebih pagi karena sudah terbiasa. Orang yang biasa bangun pagi, semangat untuk mencari kebaikan menjadi lebih tinggi. Dibandingkan dengan seorang pemalas yang kerjanya hanya makan, tidur, sekolah, pulang,...

Puisi Oktaf : Tanya Penuh Kisah

Selamat malam wahai kau sahabatku Aku datang padamu membawa beribu tanya penuh kisah Kamu tau seberapa bencinya semesta padaku? Jika hanya ada 1000 manusia bijak Maka aku pengecut ke 1001 Mungkin itu yang menjadi alasan Di kala sukma dan raga ingin bertemu Tapi semesta tak mengijinkan Apakah kamu tahu rasanya merindu? Rasanya tak rasional saja merindukan sosok sahabat Yang tangis dan tawanya saja terbawa dalam rindu Dan semesta seperti cinta tak bisa disalahkan Ketika persahabatan kita berkarat dihempas waktu Dan ketika sebuah pertemuan layaknya hari pengampunan Kita bertatap diantara kata-kata bisu Maka aku hanya bisa menangis haru

Puisi Tema Kebudayaan : Semailah Budayaku

Nuansa indah yang telah kau berikan Membuat kami terus dan terus menjagamu Membina rasa kasih dan sayang Dan akan selalu begitu Rasa ini tak akan pernah pudar Meski seiring berjalannya waktu Hembusmu akan selalu datang Hingga nanti kita bersatu Budayaku akan terus membara Dan tanpa henti hingga anak cucu Asalkan kita selalu semaikannya Dan membuatnya terus membatu