Langsung ke konten utama

Puisi Tema Kebudayaan : Semailah Budayaku

Gambar terkait

Nuansa indah yang telah kau berikan
Membuat kami terus dan terus menjagamu
Membina rasa kasih dan sayang
Dan akan selalu begitu

Rasa ini tak akan pernah pudar
Meski seiring berjalannya waktu
Hembusmu akan selalu datang
Hingga nanti kita bersatu

Budayaku akan terus membara
Dan tanpa henti hingga anak cucu
Asalkan kita selalu semaikannya
Dan membuatnya terus membatu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS CERPEN BAWUK (KAJIAN TEORI MIMESIS)

ANALISIS CERPEN BAWUK  (KAJIAN TEORI MIMESIS) Cerpen “Bawuk” ditulis oleh Umar Kayam dengan latar yang nyata. Suasana yang ada dalam cerpen tersebut menggambarkan masa dimana bangsa Indonesia mengalami gejolak pemberontakan oleh PKI. Hal tersebut dapat dilihat dari paragraf dalam cerpen yang mengisahkan tokoh Bawuk menikah dengan seorang pimpinan komunis, yakni Hassan. “… Hassan, suami Bawuk, selalu dianggap terlalu keras dan tinggi hati oleh iparnya. Keterusterangan serta ketajaman pikirannya selalu menimbulkan perasaan yang kurang enak kepada saudara-saudaranya itu. Dan aktivitasnya sebagai seorang komunis, pengaruhnya yang sangat dalam pada pemikiran Bawuk, serta kemudian cara mereka bersama-sama menghilang pada akhir Oktober, itu semua menambah perasaan kurang senang di antara keluarga itu …” (Kayam, 1975) Melihat kekuatan Umar Kayam dalam realisme -nya menulis cerita tersebut, hal ini membuat karya sastra tersebut dapat dikaji dengan pendekatan mimesis. Teori mimesis itu sendi...

💔 Gagal Paham Ibadah Gara-Gara Kakek-Kakek di Surau? Belajar Realita dari Cerpen Jadul! 🤯

Cerita pendek atau cerpen itu lebih dari sekadar tumpukan kata fiksi. Itu adalah cermin mini dari kehidupan kita, lengkap dengan segala drama, konflik, dan pertanyaan eksistensial. Kalau kamu anak muda yang suka scroll TikTok sambil mempertanyakan makna hidup, atau mungkin lagi bingung membedakan antara tujuan dan tuntutan hidup, coba deh tengok cerpen klasik Indonesia, "Robohnya Surau Kami" karya AA Navis . Dengerin baik-baik: cerpen jadul ini ternyata punya pelajaran super relatable buat kita soal realitas sosial —kenapa kita berpikir seperti sekarang, kenapa lingkungan membentuk kita, dan kenapa kadang idealisme kita bertabrakan sama kenyataan. Intinya, kita akan bongkar cerpen ini pakai kacamata Teori Konstruksi Realitas Sosial dari Berger dan Luckmann. 🧐 Momen 'Eksternalisasi': Si Kakek Penjaga Surau dan Vibes Ikhlas yang Ngenes Pernah merasa identitasmu terbentuk karena cara orang lain melihatmu? Nah, ini yang namanya Eksternalisasi . Ini adalah proses d...

KAJIAN PSIKOLOGI KARYA SASTRA: JINGGA UNTUK MATAHARI (Konflik Batin Tokoh Matahari, Jingga, dan Senja Dalam Novel Jingga Untuk Matahari Karya Esti Kinasih)

  KAJIAN PSIKOLOGI KARYA SASTRA: JINGGA UNTUK MATAHARI (Konflik Batin Tokoh Matahari, Jingga, dan Senja Dalam Novel Jingga Untuk Matahari Karya Esti Kinasih) Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik batin yang dialami para tokoh dalam novel Jingga Untuk Matahari karya Esti Kinasih. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis isi. Sumber data yang digunakan berupa dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan, analisis dokumen. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan; Dalam novel Jingga Untuk Matahari terdapat 8 konflik batin. Konflik batin yang dialami oleh tokoh di dalam novel Jingga Untuk Matahari didasarkan pada teori kepribadian psikoanalisis Sigmund Freud, yang diperoleh gambaran tentang struktur kepribadian tokoh, yang dipengaruhi oleh ketiga sistem kepribadian yaitu id, ego, dan superego. Kata Kunci: psikologi sastra, konflik batin, novel Jingga Untuk Matahari. PENDAHULUAN Karya sastra merupakan hasil ...